Mencintai kamar mandi
oleh Rabu Pagisyahbana
Stok sedang kosong. Hubungi kami untuk menanyakan cetak ulang.
Harga belum termasuk ongkos kirim; biaya kirim dikonfirmasi penerbit setelah checkout.
| Penulis | Rabu Pagisyahbana |
|---|---|
| Kategori | Pengembangan Diri |
| Ketersediaan | Stok Habis |
Sinopsis
Judul: Mencintai Kamar Mandi
Penulis: Rabu Pagisyahbana
Banyak gedung atau bangunan mewah—termasuk tempat ibadah—yang kamar mandi dan toiletnya kotor, bau, dan tak terawat. Itulah ironi sosial yang muncul dalam benak saya sehabis membaca kumpulan puisi ini. Rabu Pagisyahbana telah mengulik kamar mandi sebagai "kamar sejarah" yang menyimpan berbagai memori mengenai absurditas hidup manusia. Dan sebagai seorang pemerhati kamar mandi, saya tergoda untuk menjadikan kamar mandi sebagai
cermin untuk melihat adab manusia dan masyarakat dengan segala hipokrisinya. Sajak-sajak Pagisyahbana mengajak kita untuk lebih tekun berimajinasi dan berkontemplasi di kamar mandi, dan kamar mandi itu bisa saja berada di dalam diri kita sendiri.
— Joko Pinurbo, Penyair
Harus diakui, olahan bahasa Rabu Pagisyahbana yang meramu antara lelucon semantik dan rima puitik, menjadikan tiap lukanya terasa menggelitik sekaligus tanpa titik--terasa terus menggerus gejala batin, mencoba mengganggu dan menggema dalam kepala pembacanya.
— Eko Triono, Sastrawan
Kamar mandi, bagi Rabu adalah bagian paling penting selain kamar tidur dan kamar tamu. Di kamar mandi yang Rabu ciptakan dapat merepresentasikan cuplikan perjalanannya selama mengembara rumpun permasalahan paling marjin di negeri ini.
— Wisnu Ajitama, Seniman
Dikrim dari: Ajibarang, Banyumas
Kondisi : Baru (segel)
Original 100%