BUKU LARIS#RESET INDONESIA
diterbitkan oleh Omera Pustaka
Tersedia — sisa 15 eksemplar.
Harga belum termasuk ongkos kirim; biaya kirim dikonfirmasi penerbit setelah checkout.
| Kategori | Pengembangan Diri |
|---|---|
| Ketersediaan | Tersedia |
Sinopsis
"Perubahan sebuah bangsa tidak selalu dimulai dari gedung parlemen. Kadang, ia dimulai dari satu pertanyaan sederhana: mengapa keadaan kita seperti ini?"
Ada banyak buku yang mengkritik Indonesia. Ada pula yang menawarkan mimpi tentang Indonesia yang lebih baik. Namun, #Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru berusaha melakukan keduanya sekaligus—mengajak kita memahami akar persoalan, lalu membayangkan jalan keluarnya.
Ditulis oleh Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu, buku ini lahir dari pengalaman panjang para jurnalis yang menjelajahi Indonesia, dari kota-kota besar hingga wilayah perbatasan. Mereka tidak hanya melihat Indonesia dari balik meja redaksi, tetapi juga dari jalanan, desa-desa, hutan, pesisir, hingga ruang-ruang tempat kebijakan dibuat.
Melalui laporan, refleksi, dan analisis, pembaca diajak memahami bahwa persoalan Indonesia bukan sekadar soal siapa yang berkuasa. Di balik isu lingkungan, ketimpangan pembangunan, konflik agraria, korupsi, hingga hubungan pusat dan daerah, ada sistem yang saling berkaitan dan membentuk wajah Indonesia hari ini.
Yang membuat buku ini menarik adalah keberaniannya mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sering luput kita pikirkan. Mengapa sumber daya alam yang melimpah belum tentu menghadirkan kesejahteraan? Mengapa pembangunan terasa tidak merata? Dan jika memang ada yang perlu diubah, dari mana perubahan itu harus dimulai?
Mungkin buku ini tidak akan membuat semua pembaca sepakat. Namun justru di situlah nilainya. Ia mengingatkan bahwa mencintai Indonesia bukan berarti menerima semuanya apa adanya, melainkan berani melihat kenyataan dengan jujur, mengkritik dengan dasar, dan membayangkan masa depan yang lebih baik.
Sebab, sebelum sebuah bangsa bisa di-reset, cara berpikir warganya lebih dulu harus diperbarui. Dan perubahan besar hampir selalu dimulai dari keberanian untuk bertanya, mendengar, lalu berdiskusi dengan pikiran yang terbuka.